Minggu, 03 Februari 2013

Naskah Pantomim



Antara Aku, Nyamuk dan Kekasihku
Ide Cerita        : @ MIME
Penulis Naskah: Andy Sri Wahyudi

Tokoh :
Pemuda Borju / si Borju
Status             : Seorang pengusaha, Bangsawan
Karakter          : Sombong, sok ganteng, menang sendiri
Kostum           : Mengenakan kemeja, celana panjang, bersepatu dan berdasi.

Pemuda Desa
Status              : Ketua Pemuda
Karakter          : Jujur dan pemberani
Kostum           : Mengenakan baju batik, celana kain sopan, bersepatu sandal dan berkaus kaki

Gadis Manis
Status              : Gadis remaja yang centil dan cantik
Karakter          : Perayu, manja dan suka mengadu domba
Kostum           : Mengenakan rok selutut, t-shirt cerah dan rambut berkepang dua

Tokoh imajiner: Nyamuk Taman

Setting            : Sebuah Taman di tengah kota

Properti          : Bangku Panjang

Pementasan
Music pembuka           : Mozart Eanecleane
Music berganti            : Serenada

  1. Si Pemuda Borju datang dengan langkah tegap dan mimik wajah yang congkak, selalu menyepelekan orang yang dilihatnya.
Suara burung-burung berkicauan.
Si Pemuda borju sedikit merespon suara burung dengan mendongak lalu tersenyum tipis, ia berhenti sejenak, memasukan tangan kanan di saku celana, dan  melihat jam tangan. Gayanya bak peragawan, berjalan mondar-mandir gelisah menunggu seseorang, sesekali masih melihat jam tangan. Dilihatnya sekuntum bunga lalu dipetiknya, diciumnya, dan dipasang di saku kemejanya. Ia tersenyum lalu mengambil sisir dari saku celana belakang, menyisir rambutnya dengan penuh percaya diri. Setelahnya dikembalikan sisir di saku celana. Lalu meludah dikedua telapak tangan untuk sedikit merapikan rambut dan membasahi alis. Mimik wajah semakin tampak congkak. Ia berjalan ke arah bangku taman, duduk menunggu sendirian, sambil membaca koran yang kebetulan tergeletak di bangku taman.
Music Pengiring bernuansa tradisional
  1. Pemuda Desa datang, berjalan penuh percaya diri dan tak banyak tingkah. Ia tersenyum setiap kali bertemu dengan orang-orang. Menengok ke kanan dan ke kiri seperti menantikan seseorang. 
  2. Sesekali si pemuda Borju melihat Pemuda Desa sambil nyengir dan menyepelekan.
  3. Pemuda Desa akhirnya duduk di bangku taman berdampingan dengan si Pemuda Borju. Mereka berdua harap-arap cemas.
  4. Suara nyamuk terdengar, mendatangi dua lelaki yang tengah menunggu. Keduanya mulai terganggu, sesekali mengibaskan tangan untuk mengusir nyamuk. Namun semakin lama makin mengganggu, kedua lelaki mulai resah. Si Borju sebel, lantaran nyamuk itu terus menggangu. Ia menggulung Koran menjadi pentungan untuk mengusir nyamuk. Demikian juga dengan si Pemuda Desa, ia sebel dengan denging suara nyamuk, berkali ditepuki nyamuk itu tapi nggak pernah kena. Hingga Nyamuk itu menempel di jidat si Borju lalu di tepuknya jidat si Borju oleh Pemuda Desa. Si Borju tidak terima lalu mebalas memukulnya, hingga terjadi pukul-pukulan. 
  5. Pertikaian mereka terhenti ketika seorang gadis manis muncul tiba-tiba, kedua pemuda itu melongo seperti patung melihat kehadiran sang Gadis.
Kemunculan Gadis diiringi suara musik ceria dan suara siulan
  1. Sang gadis berlari kecil, menari riang dan centil, kedua pemuda tersadar lalu berdandan merapikan diri masing-masing. Sang gadis berjalan dengan anggun mendekati dua pemuda yang tampak malu-malu. Lalu mengajak dua pemuda itu duduk di bangku taman, duduk diapit dua pemuda.
  2. Sang gadis tampak senang, dua pemuda terlihat malu duduk bersanding dengan seorang gadis manis. Diam-diam pemuda Desa dan Pemuda Borju itu menggerakkan kakinya agar menyentuh kaki si Gadis, tapi dihindarinya kedua kaki pemuda itu. Maka kedua kaki pemuda itu yang bersentuhan, mereka berdua sangat gembira. Ditariknya lagi kaki mereka dengan cepat lantaran malu. (Jeda) Kali ini gantian tangan mereka yang bermain-main hendak menyentuh tangan sang Gadis, namun lagi-lagi sang gadis menghindarinya, dan tangan  tangan mereka bersentuhan, saling beremasan. (Jeda) keduanya menengok dan tersadarkan, lalu sama-sama terkejut. Kedua pemuda itu melompat dari bangku, sementara tangan mereka masih berpegangan seperti orang beradu panco.
Suara seekor nyamuk kembali terdengar
  1. Nyamuk itu mengganggu kedua pemuda dan gadis manis dengan bersuara semaakin keras dan sesekali menggigit pipi leher. Kedua pemuda itu marah, lantas dikejarnya si nyamuk itu hinggga sang gadis terjatuh. Dua pemuda itu kaget dan berebut ingin menolong sang gadis, hingga terjadi perkelahian lantaran keduanya ingin menjadi pahlawan.  Si gadis berdiri sendiri, tak disangka ia berdiri di tengah perkelahian dua Pemuda itu. Keduanya saling memukul tak peduli si gadis berada ditengah perseteruan itu. Keduannya terpental karena sama sama kena pukulan.
Adegan Perkelahian digarap dengan gerak lamban /slomotion diiringi musik mission imposible/ musik pengiring yang mendukung aksi perkelahian.
  1. Sang Gadis bengong melihat kedua pemuda itu jatuh tersungkur. Beberapa saat kemudian kedua pemuda bangun dengan sempoyongan, kembali mereka bersiap mengumpulkan tenaga untuk bertarung lagi. Kali ini pertarungan bergaya cowboy, mereka beradu tembak:  
  1. Pemuda Borju lebih dulu menembak dengan dua pistolnya, namun pemuda Desa berhasil mengindari setiap peluru dan menangkisnya dengan tangan berkali-kali, beberapa peluru ada yang hanya disentil.
  2. Sang gadis berteriak-triak melihat kejadian itu, sesekali menutup matanya dengan tangan. Hingga suara tembakan selesai ia masih menutup tangan. Pelan-pelan ia mengintip di sesela jari.  Ia merasa senang ketika sang pemuda Desa selamat.
  3. Pemuda Desa giliran menembaki dengan pistol andalannya, si Borju tak bisa menghindar semua peluru berserang ditubuhnya. Tapi satu persatu peluru dicabutinya dengan tenang, dan keduanya saling maju menembak hingga jarak paling dekat.
Tiba - tiba musik  berubah musik ala Cina atau Spanyol
  1. Dua pemuda berpandangan tajam, berputar saling menantang. Mereka bersiap tarung kembali, kini keduanya menghunus pedang. Sang Gadis terkejut dan menutup mata. Mereka berduel dengan sengit hingga saling tertusuk pedang.
Mereka saling pamer kekuatan karena pedang yang menembus tubuh tak membuat mereka mati. Akhirnya keduanya terpental tak sadarkan diri ketika saling memukul dada.
Pertarungan terjadi dalam berbagai gaya dan gerak yang terkoreografi.
  1. Perlahan sang gadis membuka mata, wajahnya terlihat sedih sekali melihat kedua pemuda itu jatuh tak berdaya di atas tanah. Gadis itu meangis dan berjalan mendekati kedua pemuda, diangkatnya tangan kedua pemuda itu lalu dilepaskannya lagi. Tangan si Borju sempat memantul naik turun ketika dilepaskan lalu terjatuh lemas. Keduanya mati. Sang Gadis bersedih, ia menangis tersedu.
Terdengar suara dengingan nyamuk yang semakin mendekat. Nyamuk itu terbang memutari sang gadis yang tengah bersedih.
  1. Si Nyamuk menarik tangan sang Gadis, namun sesekali lepas karena sang Gadis menolaknya. Si Nyamuk terus berjuang, hingga tarikan ke tiga, sang Gadis menuruti ajakan si Nyamuk meski malu-malu. mereka berjalan berkeliling taman, Sang Gadis mulai tresenyum sambil berlarian kecil. Si Nyamuk mengajak sang Gadis menari-nari hingga di atas bangku taman.
Adegan ini lebih diperjelas gerakan tari riang dipandu oleh nyamuk yang selalu memegang tangan sang Gadis. Tarian semakin mesra berubah gerakan dansa (diiringi lagu Sway cipt:….)
  1. Si Nyamuk mulai nakal, kini ia tak hanya memegang tangan akan tetapi mulai merambat ke rambut, wajah, leher, lengan, dada, perut, pinggang, paha lalu…., dan sang gadis semakin menikmatinya. Si Nyamuk bergerilya ke seluruh tubuh sang Gadis.
Suara Nyamuk mulai mengganas, sesekali terdengar suara desahan.
Mereka bercumbu dengan penuh gairah hingga sang Gadis terkulai lemas, lalu pingsan. Nyamuk pergi meninggalkan sang Gadis.  Nging…. Nging….
****
  1. Kedua Pria terbangun, mereka terkejut melihat gadis yang pingsan. Mereka kebingungan dan semakin terkejut saat melihat sang Gadis hamil, mereka saling tuduh. Kemudian keduanya berusaha tenang dan mencoba memeriksa perut sang gadis dengat alat stetoskop. Terdengar suara Nyamuk dari dalam perut sang Gadis.
Dua pemuda itu bingung dan saling mengelak, mereka pergi meninggalkan sang Gadis.
  1. Sang Gadis terbangun, ia terkejut melihat dirinya telah hamil dalam waktu yang singkat. Ia bingung, tapi tiba-tiba perutnya sakit sekali seperti hendak melahirkan. Ternyata benar.
Suara Nyamuk semakin terdengar keras.
Sang Gadis siap-siap dengan posisi melahirkan, ia berusaha sekuat tenaganya.Maka lahirlah si jabang Bayi Nyamuk*.
Suara Nyamuk terdengar seperti Bayi.
Si Bayi Nyamuk langsung terbang, sang Gadis kaget lalu menariknya dengan benang dari ari-arinya. Seperti bermain layang-layang dengan lihai. Pelan-pelan ditariknya dan digendong dalam pelukan sang gadis. Disayang dan dibelainya bayi nyamuk nan mungil itu. Sang gadis tiba-tiba menangis menyesali perbuatannya dengan si Nyamuk. ia mulai bingung, ia putuskan membuang si Bayi nyamuk dalam kardus.
Lalu pergi…
  1. Dua Lelaki datang lagi menemukan si bayi. Si Pemuda Desa penasaran mendengar suara tangis Banyi Nyamuk. ia dekati kardus sumber suara tangis itu, lalu dibuka dan mengambil si Bayi.  
Pemuda Desa memberikan bayi kepada si Borju, di timangnya si bayi. Tapi ia tak mau lama menimangnya, lalu diberikan lagi pada Pemuda Desa tapi tak mau menerima. Mereka saling menuduh. Si Borju dengan nekad melemparkan si bayi pada Pemuda Desa, tangkapnya dan terjadi saling lempar bayi.
Adegan ini digarap dengan lebih dinamis, masuk adegan yang janggal dan hiperbolis. Kadang si bayi luput dari tangkapan lalu menancap dalam tanah, temangsang di pohon saking kuat melemparnya, hingga bisa berubah kock bulu tangkis.
  1. Sang Bayi akhirnya terbang berputar-putar hingga sang Gadis datang, ia bersiul lalu diikuti suara nyamuk kecil lalu digendongnya si bayi.
Terdengar suara nyamuk besar mendekati sang Gadis dan menggandengnya.
  1. Dua pemuda terdiam menatap Gadis yang berjalan mesra dengan Nyamuk…

Jogjakarta, 11 Februari 2001
    …….Terimakasih ……

* Bayangkan jabang Bayi Nyamuk itu seperti bayi manusia namun bersayap dan memiliki moncong seperti Nyamuk.



2 komentar:

  1. Naskahnya koq aneh begini, jalan cerita khayal dan tidak mendidik, nyamuk berpasangan dgn manusia ? Hamil nyamuk ? Wah tidak mendidik blas itu mas, bgmn mau populerkan pantomim bila naskah kayak gini ?

    BalasHapus
  2. Halo Mas Bro...terimaksih atas masukannya Mas Bro...mungkin naskah ini kurang cocok untuk anak-anak atau tidak sesuai dengan harapan mas Bro..kalau dirasa tidak mendidik bisa cari naskah yang lain atau bisa bikin sendiri yang mendidik dan lebih bagus. jenis naskah memang macam-macam mas, ada yang kyahal, imajinatip, realis, simbolis dll. naskah ini saya tulis tahun 2001 waktu usia saya 20 tahun untuk hari Valentine yang melulu cinta manusia-dan manusia, waktu itu saya berpikiran dengan hewan dan tumbuhan juga harus menyayangi bahkan dengan nyamuk yang menyebalkan sekalipun dengan penggambaran bercinta dengan nyamuk.(maaf jika menimbulkan interpretasi yang berbeda dan dirasa tidak mendidik) diblog ini saya ada dua naskah pantomim, yang satu judulnya Sang Veteran sifatnya lebih realis.demikian dari saya, sekali lagi terimakasih atas masukannya...salam selalu...

    BalasHapus